Hasil Testimoni Powell

  • Whatsapp

Forex Online Indonesia – Setelah ditunggu-tunggu oleh para investor dan trader lainnya yang sebelumnya bermain aman menunggu isu dan berita yang keluar dari penyampaian testimoni Jerome Powell, pada akhirnya memunculkna hasil yang mengejutkan dari laporan Ketua Federal Reserve yang dipaparkan testimoninya di depan kongres. Powell sendiri menyatakan bahwa bank sentral akan tetap menunggu dan bersabar pada kenaikan suku bunga.

Sebagai tambahan lainnya, Powell juga menyampaikan penilaian ekonomi dari AS yang optimis. Meskipun di lain sisi Powell juga mengakui adanya beberapa halangan. Powell juga menambahkan bahwa bank sentral akan siap untuk menyesuaikan limpasan kebijakan neraca sesuai dengan sebagaimana yang diperlukan.

Read More

Hasil dari testimoni tersebut pun memberikan imbas pada pergerakan pasar dimana pada hari ini seusai testimoni Powell tersebut, dollar AS diperdagangkan menurun atau lebih rendah terhadap  mata uang utama. Lebih detailnya, indeks dolar AS yang digunakan sebagai pengukur kekuatan greenback pada perdagangan-tertimbang untuk enam mata uang utama, turun sebesar 0,22% ke angka 96,06. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama berdiri di 95.843 setelah merosot 0.42% pada Selasa, ketika mencapai 95.81, terendah sejak 6 Februari. Dari isu yang beredar, pemerintah AS kini mengalami shutdown setelah masalah ini.

Tercatat, dollar tertekan oleh lonjakan Pound yang naik ke level tertinggi untuk 21-bulan di tengah meningkatnya ekspektasi optimis jika Inggris akan menunda Brexit serta meminta UE untuk memperpanjang batas waktu keluarnya Inggris ini hingga 29 Maret. Isu tarik ulur Inggris akan meninggalkan blok tersebut juga menjadi salah satu faktor yang bermain penting dalam peningkatan Pound. Tercatat GBP/USD naik sebesar 1,34% menjadi $ 1,3270.

Update terbaru saat ini, mata uang Inggris diperdagangkan mendekati level  tertinggi dari 21-bulan terhadap euro, dengan EUR / GBP turun 0.24% menjadi 0.8576. Akibatnya Euro naik lebih tinggi terhadap dollar, dengan EUR / USD di 1.1391.

Sebelumnya Pound dinyatakan menguat pada hari Selasa usai Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menawarkan pada anggota parlemen kesempatan untuk memilih penundaan Brexit tersebut, membuka kemungkinan untuk menghindari Brexit yang tidak ada kesepakatan. Prospek dari isu Brexit yang kini dikabarkan akan dibatalkan juga meningkatkan sentimen. Terlebih ketika Jeremy Corbyn yang merupakan pemimpin dari partai oposisi utama kepada pemerintah Inggris menyatakan bahwa ia akan mendukung referendum kedua menyangkut masalah Brexit ini.

Sedangkan di sisil lain, USD / JPY turun sebesar 0.12% menjadi 110.43 setelah sebelumnya pasangan ini berada di level terendah selama satu setengah minggu ini dari 110.36 semalam. Untuk Yen safe haven juga menguat yang diprediksi karena isu ketegangan antara India dan Pakistan yang meningkat di perbatasan. Hal itu terjadi setelah pihak otoritas Pakistan menyatakan telah menembak jatuh dua pesawat India di perbatasannya.

Pergerakan isu internasional ini ditanggapi oleh Masafumi Yamamoto yang merupakan kepala Strategi Valas di Mizuho Securities. Beliau menyatakan bahwa jatuhnya dolar tersebut sedikit membingungkan karena sebenarnya komentar atau testimoni dari Powell sendiri tidak menawarkan wawasan baru. Sedangkan pasar saat ini berada dalam kondisi di mana dolar menjadi sensitif terhadap faktor-faktor bearish potensial, dan pound yang kuat juga turut membebani.

Ditambah dengan berita adanya shutdown di Amerika Serikat, aktivitas perekonomian AS dan kondisi kesehatan ekonomi AS diperkirakan akan kembali mengalami penurunan dimana diperkirakan terjadi penurunan menjadi 2,6% dari angka 3,4%.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *