Penantian Testimoni Powell

  • Whatsapp

Forex Online Indonesia – Ditengah usaha untuk mengakhiri perang dagang antara AS dan Cina, muncul optimisme-optimisme pasar untuk hasil perundingan antara dua negara adidaya tersebut. Terlebih seusai pengumuman atas kesediaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memutuskan untuk menunda kenaikan bea impor AS atas produk-produk China. Namun sayangnya, berita atas keputusan presiden ke-45 AS ini hanya melonjakkan gairah pasar saham sesaat Senin kemarin seperti nilai Yuan juga beberapa mata uang komoditas lain dengan angka yang cukup signifikan.

Baca Juga : Jatuh Bangun Dollar AS

Senin (25 Februari 2019) kemarin, Dolar AS dan Yen Jepang sempat loyo pada perdagangan yag disebabkan karena meningkatnya minat risiko pasar setelah beredar kabar jika Trump bersedia menunda kenaikan tarif impor untuk produk-produk China yang mana kini kabar tersebut telah terbukti kebenarannya. Indeks Dolar AS (DXY) kemarin juga terpantau merendah sekitar 0.1 persen ke kisaran angka 96.40 pada awal perdagangan untuk sesi Eropa. DI sisi lain, USD/JPY juga bergerak sideways di kisaran angka 110.60.

Sedangkan untuk perdagangan sesi Asia hari ini mengalami peningkatan yang nyaris menyentuh angka 1% untuk indeks Shanghai Komposit. Meskipun demikian, indeks untuk Nikkei 225 (Jepang) dan juga milik KOSPI (Korea Selatan) ditutup melemah. Yang sedikit mengecewakan adalah indeks ASX 200 (Australia) ditutup dengan catatan terburuk untuk bulan ini. Dilaporkan Dolar Australia melorot ke kisaran 0.7144 terhadap Dolar AS atau pada kisaran 0.30 persen. Padahal untuk Yen Jepang dan juga Franc Swiss yang berfungsi sebagai Safe Haven menunjukkan angka yang lebih tinggi.

Hal ini diduga karena testimoni dan juga laporan semi-tahunan dari Jerome Powell selaku Ketua Federal Reserve. Laporan tersebut direncanakan akan disampaikan di hadapan Kongres AS pada hari Selasa pagi atau pukul 22.00 WIB. Penantian akan testimoni Powel ini dianggap akan banyak berpengaruh sehingga membuat investor dan trader lebih sedikit mengambil posisi aman dengan lebih berhati-hati menjelang testimoni tersebut.

Kathy Lien dari BK Asset Management menyampaikan bahwa jika ada perkembangan baru mengenai kesepakatan dagang akan memberi rasa optimis baru bagi Powell. Hal tersebut akan meningkatkan minat risiko, juga mendongkrak mata uang-mata uang berbeta tinggi. Meskipun demikian, jika Powell tetap bersikap hati-hati, menekankan perlunya kesabaran, berbicara tentang risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan suku bunga lebih rendah akan mengakibatkan Dolar AS akan jatuh. Dimana EUR, AUD, dan NZD semestinya masih positif. Sedangkan di sisi lain, USD/JPY diprediksi akan naik karena optimisme dan bisa juga menurun karena pesimisme.

Untuk EUR/USD yang telah mengakhiri perdagangan pada level tertinggi dalam lebih dari dua pekan ini akan tetapi masih tetap dalam kisarannya baru-baru ini. Dari hal tersebut, pergerakan di atas 1.1390 diperlukan agar breakout ke atas benar-benar terjadi.

Baca Juga : Poundsterling Melorot Karena GDP Inggris Jatuh

Ketidakpastian mengenai program pemangkasan neraca atau yang dikenal sebagai balance sheet telah naik ke permukaan umum dalam beberapa waktu belakangan ini. Akibatnya, isu tersebut bakal mendapatkan perhatian khusus di samping masalah suku bunga. Hal lainnya yang bisa terjadi adalah apabila Powell kemudian mengungkapkan konfirmasinya jika pemangkasan neraca Fed akan dihentikan akan berakibat bisa mendorong kenaikan bursa saham AS yang juga sekaligus mendorong kelanjutan dari pelemahan Indeks Dolar AS beberapa waktu ini. Opsi lain akan muncul, jika Powell mengindikasikan jika pemangkasan neraca dapat terus berlanjut, maka sebagai hasil adalah Greenback memiliki peluang berbalik arah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *